SORBANPATKO.COM, PATI - Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati, H.
Abdullah Syafiq menghimbau seluruh Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor
Pati untuk satu komando dalam menjaga martabat organisasi.
“Jenengan sudah
dibaiat. Jas Ansor itu jangan sekali-kali dibuat main-main. Apalagi merendahkan
martabat organisasi. Ansor itu satu komando, satu intruksi. Jika ditergur satu,
dua hingga tiga kali tidak bergeming, maka tinggalkan saja. Karena kita yang
butuh Ansor, bukan Ansor yang butuh kita,” ujarnya saat memberikan sambutan
dalam Pelantikan PAC GP Ansor Pati Masa Khidmat 2023-2024 di Joglo KIAM,
Semampir, Pati, Jum’at (16/5/2023).
Pria yang akrab
disapa Gus Syafiq tersebut juga menghimbau kepada 19 pengurus harian yang
dilantik agar tidak sekedar melihat kemasan.
“Apa gunanya kita
pakai jas, doreng tapi isine gak Nahdlatul Ulama? Na’udzu billah min dzalik,
percuma buat apa,” katanya.
“Coba saya tanya,
jenengan memakai Jas Ansor, jan-jane coro dibukak isine Ansor tenan opo ra?
Dibukak iku NU opo ra? Tenan? Jelas? Awas!” tegasnya.
Menyoal kinerja,
Gus Syafiq mengatakan gemuknya struktur organisasi agar tidak dihadikan alasan
untuk lemah dalam mengemban tugas. Justru sebaliknya harus mampu bergerak lebih
cepat.
“Radlitu billahi
rabba, wabil islami diina. Jadi jenengan itu tanggung jawabnya bukan kepada
saya tapi kepada Allah SWT,” katanya.
Bicara
kaderisasi, Gus Syafiq mengibaratkan GP Ansor layaknya pesantren. Dengan
demikian, idealnya kader yang dicari adalah dari kalangan umum guna melengkapi
setiap kekurangan yang ada.
“Ansor Pati
jangan mencari kader santri. Kalaupun ada silahkan tarik. Kalau nggak ada
santri carilah yang lain, misal teman-teman dari ikatan remasa masjid, atau
bahkan dari kalangan umum sekalipun,” paparnya.
“Suka nge-band,
gak masalah. Lha tatoan, Gus? Sah. Sopo kondo tatoan gak sah mlebu Ansor-Banser.
Yang terpenting niat dan khidmahnya tulus,” imbuhnya.
Gus Syafiq berharap
semua kader Ansor untuk saling bersinergi dengan siapapun dan di manapun demi
menegakkan ideologi pancasila dan Kesatuan Negara Republik Indonesia.
“Prinsipnya Ansor
bisa bersinergi dengan siapapun, di manapun. Kepolisian Oke, TNI oke atau
elemen apapun kita oke dan tidak ada masalah karena kita sama-sama menegakkan
ideologi pancasila dan Kesatuan Negara Republik Indonesia,” terangnya.
Hal senada juga
disampaikan Ketua PAC GP Ansor Pati Kota Jimmy Crismonika. Dalam sambutannya ia
menghimbau semua elemen baik MWC NU, Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU
untuk saling bersinergi dan berkoordinasi.
“Saya harap untuk
sengkuyung bersama kita hijaukan Kota Pati, hidupkan semua ranting-rantingnya
dengan Ahlussunnah wal-jamaah,” ujarnya.
Selain 19 pengurus harian yang dilantik, hadir juga dalam pelantikan tersebut Ketua Pembina PAC GP Ansor Pati Habib Qosim Bin Abdurrahman Alaydrus, Kepala Satkorcab Banser H. Moh. Soetomo, perwakilan MWC NU, Tanfidziyah, Syuriah, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, Kapolsek Pati Iptu Heru Purnomo, dan beberapa perwakilan dari PAC sekitar. (MZ)

0 Comments